Experience
“Kerjaan ini kamu selesaikan sehari saja, tapi kenapa mahal banget?”
Saya mendengar ini lebih dari sekali, berulangkali. Kadang disampaikan langsung, kadang tersirat dalam negosiasi yang alot, kebanyakan teman cerita, terlihat dalam tatapan yang tidak percaya ketika invoice dikirim.
Pertanyaan ini mengandung asumsi yang akan saya coba luruskan.
Kamu Tidak Membayar Hari Ini - kiasan
Ketika saya menyelesaikan arsitektur sistem dalam sehari, yang kamu bayar bukan 8 jam kerja hari itu.
Yang kamu bayar adalah sepuluh tahun sebelumnya.
Sepuluh tahun, tidak! itu bukan istilah yang tepat, saya ingin bilang tentang rentang waktu yang panjang dimana history akan menumpuk banyak experience : aplikasi yang timeout karena struktur database-nya cacat sejak awal dan tidak ada yang sadar sampai data membengkak, saldo user yang terpotong dua kali karena race condition yang tidak pernah terpikirkan untuk di-handle, ribuan notifikasi yang hilang begitu saja karena message queue tidak di-configure untuk persistence, laporan keuangan yang tidak pernah cocok karena data masuk tidak berurutan dan tidak ada yang paham kenapa.
Setiap kegagalan itu tidak hilang. Setiap kegagalan itu menjadi sejarah pengalaman. Ketika mengerjakan proyek serupa sekarang, tidak perlu berpikir ulang tentang setiap keputusan. Intuisi sudah terbentuk dari ratusan kesalahan yang pernah dibuat dan dipelajari.
Kamu melihat: sehari, satu deliverable!
Yang tidak terlihat: bertahun-tahun eksperimen, debugging sana sini, postmortem, dan pembelajaran yang membentuk kemampuan untuk sampai ke solusi itu secepat itu.
Kalau saya butuh seminggu untuk pekerjaan yang sama, apakah itu lebih bernilai? Atau justru itu tanda bahwa saya kurang kompeten?
Harga dari Kesalahan yang Tidak Terjadi
Ada satu hal yang sulit dikuantifikasi: nilai dari masalah yang tidak pernah muncul.
Ketika saya memilih arsitektur tertentu, pilihan itu bukan acak. Pilihan itu didasarkan pada pola kegagalan yang sudah saya alami, kadang sebagai pelaku, kadang sebagai orang yang harus membersihkan. Saya tahu pendekatan mana yang akan menyebabkan bottleneck di 10.000 concurrent message data. Saya tahu library mana yang terlihat bagus di dokumentasi tapi bermasalah di production. Saya tahu 'apa saja' yang akan menjadi technical debt yang menghantui diri saya sendiri atau tim selama bertahun-tahun.
Kamu tidak melihat bug yang tidak pernah terjadi. Kamu tidak merasakan downtime yang tidak pernah dialami. Kamu tidak menghitung biaya refactoring yang tidak perlu dilakukan.
Tapi ketiadaan itu bukan kebetulan. Ketiadaan itu adalah hasil dari keputusan yang dibuat oleh seseorang yang sudah pernah melihat konsekuensi dari keputusan yang salah.
Ini yang kamu bayar!
Tim yang dipilih mengerjakan dengan cepat. Output awal terlihat impresif. Klien senang, budget terjaga, timeline terpenuhi.
Beberapa bulan, minggu, bahkan mungkin hari kemudian, sistem tidak bisa di-scale. Bug muncul di tempat yang tidak terduga. Performance menurun seiring data bertambah. Setiap fitur baru membutuhkan waktu lebih lama karena fondasi yang rapuh. Developer baru yang masuk menghabiskan minggu pertama hanya untuk memahami kekacauan yang ada.
Biaya untuk memperbaiki sistem itu, atau dalam banyak kasus membangun ulang dari awal, jauh lebih mahal daripada biaya untuk membangunnya dengan benar sejak awal.
Murah di depan sering kali adalah mahal yang ditunda.
Tentang Vibe Coding
Sekarang ada fenomena baru. AI generative membuat siapa pun bisa menulis kode tanpa memahami apa yang ditulis. Tulis prompt, dapat output, jalankan. Kalau error, tanya lagi. Ulangi sampai berjalan.
Ini menciptakan ilusi bahwa programming sudah menjadi komoditas. Kalau AI bisa menghasilkan kode, kenapa harus bayar mahal untuk programmer?
Jawabannya sederhana: AI menghasilkan kode, bukan solusi.
Kode yang berjalan tidak sama dengan kode yang benar. Kode yang benar tidak sama dengan kode yang scalable. Kode yang scalable tidak sama dengan kode yang maintainable. Kode yang maintainable tidak sama dengan kode yang secure.
Orang yang vibe coding tanpa fundamental tidak tahu perbedaan ini. Mereka tidak tahu kapan output AI itu brilliant dan kapan itu bom waktu. Mereka tidak punya frame of reference untuk mengevaluasi karena mereka belum pernah melihat konsekuensi dari kode yang buruk di production.
Ada lo di sosmed yang deskripsi profilnya "Yang paling fundamental", ada juga "Yang paling AI"
eh ini sindiran ya, bukan pujian!
---
AI di tangan orang tanpa fundamental bisa menghasilkan outcome yang berbeda secara fundamental.
Yang pertama adalah akselerator dari kompetensi yang sudah ada. Yang kedua adalah generator technical debt yang belum terdeteksi.
Harga Adalah Fungsi dari Nilai, Bukan Durasi
Saya tidak mematok harga berdasarkan jam kerja. Saya mematok harga berdasarkan nilai yang dihasilkan dan risiko yang dimitigasi.
Kalau solusi yang di berikan menghemat timmu 100 jam development dalam setahun ke depan, apakah harga sehari kerja masih terasa mahal?
Kalau arsitektur yang di rancang membuat sistemmu masih berdiri kokoh dengan 100x traffic growth, apakah investasi di depan masih terasa berlebihan?
Kalau keputusan teknis yang di buat mencegah data breach yang bisa merusak reputasi bisnismu, apakah fee yang di investasikan masih menjadi concern utama?
Ini bukan arogansi. Ini adalah pemahaman bahwa nilai tidak diukur dari berapa lama seseorang duduk di depan komputer.
Untuk Diri Sendiri
Bagian tersulit dari semua ini bukan meyakinkan klien. Bagian tersulit adalah meyakinkan diri sendiri.
Saya pernah meremehkan pekerjaan saya karena terasa mudah. Karena selesai cepat. Karena tidak terasa seperti “kerja keras” dalam pengertian konvensional. Saya pernah memberikan diskon yang tidak perlu karena merasa bersalah bahwa pekerjaan itu “hanya” memakan waktu sehari.
Itu keliru.
Mudah bukan berarti tidak produktif. Mudah adalah hasil dari investasi waktu dan energi yang sudah dilakukan sebelumnya. Ketika sesuatu terasa mudah, itu bukti bahwa pembelajaran sudah terjadi, bukan bukti bahwa pekerjaannya sepele.
Jangan meremehkan dirimu sendiri hanya karena kamu sudah terlalu ahli untuk merasakan kesulitannya.
Penutup
Sehari bukan ukuran nilai. Sehari adalah permukaan dari sesuatu yang jauh lebih dalam.
Ketika kamu bertanya “kenapa mahal untuk kerjaan sehari”, pertanyaan yang lebih tepat adalah: kenapa orang ini bisa menyelesaikan dalam sehari sesuatu yang orang lain butuhkan seminggu? Dan apa konsekuensinya kalau dikerjakan oleh orang yang butuh seminggu tapi dibayar untuk sehari?