Prakata
Freelancing itu lifestyle. Cara kerja. Cara bertahan hidup. Cara cari cuan. Sesuatu yang saya jalani setiap hari tanpa merasa perlu mendokumentasikannya. Jarang saya ceritakan, karena menurut saya itu biasa saja. Saya lebih suka cerita "kerja kantoran" dimana ceritanya lebih seru, lebih banyak yang relate, dan saya punya teman disana.
Ingin sharing terkait freelancing tapi pengen dikemas dalam Q n A. Bukan satu pertanyaan besar, tapi pertanyaan kecil yang perlu ditanyakan, pertanyaan yang sama, dari orang yang berbeda, dengan kecemasan yang sama, mungkin.
Tulisan ini lahir dari keresahan itu. Dari merasa bahwa informasi tentang freelancing yang beredar di internet itu terlalu formal seperti sebuah tulisan yang ditulis "client" sebagai aturan siapa aja yang pengen terjun di dunia freelancing ini. Terlalu rapi. Terlalu optimis. "Tinggalkan pekerjaan kantormu, kejar passionmu, jadi bos untuk dirimu sendiri." Narasi seperti itu menjual mimpi tapi tidak menyiapkan orang untuk kenyataan. Dan kenyataannya, freelancing itu bukan mimpi.
Freelancing itu Lifestyle. Dengan segala konsekuensinya.
Saya bukan spesialis freelancing. Tidak pernah cari dokumentasi "bagaimana menjadi freelancer yang sukses", tidak punya ritual khusus yang dijalankan setiap pagi. Sering orang tanya "freelancing liburannya bagaimana?", saya tidak pernah memikirkannya. Bahkan pertanyaan itu sendiri yang justru membuat saya berpikir bagaimana menjawabnya.
Saya tidak punya framework tujuh langkah menuju kebebasan finansial. Dari sidehustle hingga komitmen fulltime, dengan semua kesalahan, keberuntungan, campur tangan orang dalam, dan pelajaran yang datang dari kesemuanya. Saya pernah mengerjakan proyek yang salah, menerima klien yang seharusnya ditolak, memasang harga yang terlalu rendah, dan begadang mengejar deadline yang seharusnya tidak saya setujui di awal. Semua itu terjadi. Dan dari semua itu, ada hal-hal yang menumpuk dan menjadi sesuatu yang layak di ceritakan, mungkin.
Buku ini formatnya tanya jawab saja. Bukan karena malas menulis narasi panjang, tapi karena itu memang cara paling asyik untuk menyampaikan apa yang saya ingin sampaikan. Dan jawaban saya itu jawaban yang saya berikan kalau kita sedang duduk berhadapan dan kamu bertanya langsung.
Ada pertanyaan yang jawabannya praktis dan langsung. Ada juga yang jawabannya lebih personal dan tidak ada benar salahnya. Apakah freelancing itu membosankan - menyenangkan, bagaimana cara libur. Tulisan ini tidak memisahkan keduanya karena di kenyataan mereka juga tidak terpisah.
Kalau kamu mencari gambaran yang jujur tentang seperti apa sebenarnya menjalani freelancing, semoga di tulisan ini semua bisa terjawab.
Saya tidak bisa menjanjikan bahwa setelah membaca buku ini kamu akan sukses freelancing. Yang bisa saya janjikan: kamu akan memulai, atau melanjutkan, dengan gambaran yang apa adanya tentu dari pov saya (kotaro). Dan gambaran yang apa adanya itu jauh lebih berharga, seharusnya.
Satu hal lagi.
Jawaban-jawaban di buku ini adalah perspektif saya. Bukan kebenaran universal. Apa yang berhasil untuk saya belum tentu berhasil untuk kamu, dan apa yang saya alami belum tentu kamu alami. Freelancing itu terlalu konteks-spesifik untuk jadi resep tunggal. Yang bisa saya berikan itu pengalaman yang saya alami, bukan instruksi.
Ambil yang relevan, abaikan yang tidak, dan kalau ada yang memancing pertanyaan baru di kepala kamu, itu mungkin bagian paling berharga dari buku ini.
Selamat membaca.
Produk ini dipilih untuk melengkapi isi artikel yang baru saja kamu baca.
Digital
[45% OFF] Freelancing - 101 Question and AnswerTidak ada pemisahan waktu. Tidak ada jam kerja, jam kuliah, jam keluarga. Tidak ada weekend, tidak ada week...
Lihat produk